Apakah Harga BYD Atto 1 Akan Naik Tanpa Insentif Pajak?

Apakah Harga BYD Atto 1 Akan Naik menjadi pertanyaan besar di kalangan calon pembeli mobil listrik, terutama setelah pemerintah memastikan penghentian insentif mobil listrik impor mulai awal 2026. Kebijakan ini dipastikan akan membawa dampak signifikan terhadap struktur harga kendaraan listrik yang masih berstatus impor, termasuk BYD Atto 1 yang saat ini dikenal sebagai salah satu EV paling terjangkau di Indonesia.
Dengan harga mulai Rp 199 jutaan on the road Jakarta, BYD Atto 1 berhasil menarik perhatian konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Namun, berakhirnya insentif pajak membuka kemungkinan perubahan besar pada banderol harga ke depannya.
Baca Juga : BYD Jadi Produsen EV Nomor Satu Dunia dan Geser Tesla
Kebijakan Penghentian Insentif Mobil Listrik Impor
Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan skema insentif mobil listrik impor berbentuk Completely Built Up (CBU) mulai awal 2026. Kebijakan ini sebelumnya memberikan pembebasan atau keringanan bea masuk dan pajak, sehingga harga jual mobil listrik impor bisa ditekan secara signifikan.
Tanpa insentif tersebut, mobil listrik CBU akan kembali dikenakan:
- Bea masuk hingga 50 persen
- Pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM)
- Pajak-pajak turunan lainnya
Kondisi ini jelas berpotensi mendorong kenaikan harga jual mobil listrik impor, termasuk BYD Atto 1.
Apakah Harga BYD Atto 1 Akan Naik Setelah Insentif Berakhir?
Harga BYD Atto 1 Saat Ini
Saat ini, BYD Atto 1 dipasarkan dengan harga:
- Varian Standard: mulai Rp 199 jutaan
- Varian Premium: sekitar Rp 235 juta
Harga tersebut sangat kompetitif berkat dukungan penuh insentif mobil listrik impor.
Namun, tenaga penjual BYD mengindikasikan bahwa unit dengan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) 2026 akan memiliki banderol berbeda.
“Kalau BYD Atto 1 NIK 2026, harganya pasti beda lagi dan kenaikannya cukup tinggi,” ungkap salah satu wiraniaga BYD.
Simulasi Kenaikan Harga BYD Atto 1 Tanpa Insentif
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut simulasi kasar berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB):
| Komponen | Perkiraan Nilai |
|---|---|
| NJKB BYD Atto 1 | Rp 245 juta |
| Bea masuk (±50%) | Rp 122,5 juta |
| Estimasi harga setelah bea masuk | Rp 367,5 juta |
Dari simulasi tersebut, terlihat bahwa harga BYD Atto 1 berpotensi melonjak jauh dari harga saat ini jika insentif benar-benar dihapus dan statusnya masih CBU.
Tidak Semua Varian BYD Atto 1 Akan Naik?
Meski potensi kenaikan harga cukup besar, tidak semua skenario berujung negatif. BYD memiliki beberapa opsi strategi, antara lain:
- Perakitan Lokal (CKD)
BYD diwajibkan melakukan perakitan lokal sesuai jumlah unit CBU yang dijual. Jika strategi ini dijalankan optimal, kenaikan harga bisa ditekan. - Penyesuaian Spesifikasi
BYD bisa menawarkan varian dengan spesifikasi berbeda agar tetap kompetitif di pasar. - Efisiensi Produksi dan Skala Volume
Dengan volume penjualan tinggi, biaya produksi per unit bisa ditekan.
Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari BYD terkait harga BYD Atto 1 untuk NIK 2026.
Dampak Penghapusan Insentif ke Model BYD Lain
Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada Atto 1, tetapi juga model BYD lainnya, seperti:
- BYD Atto 3
NJKB di kisaran Rp 371–398 juta
→ Harga berpotensi naik hingga Rp 550–590 jutaan - Denza D9 (sub-merek BYD)
NJKB Rp 739 juta
→ Harga bisa mendekati Rp 1,4 miliar dan bersaing langsung dengan Toyota Alphard HEV
Hal ini menunjukkan bahwa penghapusan insentif akan mengubah peta persaingan mobil listrik secara signifikan.
Waktu Terbaik Membeli BYD Atto 1
Bagi konsumen, kondisi ini justru membuka peluang. Selama unit masih berstatus NIK 2025 dan mendapatkan insentif, harga BYD Atto 1 masih berada di titik paling kompetitif.
Keuntungan membeli lebih awal:
- Harga lebih rendah
- Bebas risiko kenaikan pajak
- Nilai investasi lebih aman
Baca Juga : BYD Berambisi Penjualan Luar Negeri Capai 1 Juta Unit di 2025
Hubungi BYD Bali untuk Informasi Harga Terbaru
Jika Anda sedang mempertimbangkan membeli mobil listrik, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencari informasi sedetail mungkin. Tim sales resmi BYD Bali siap membantu Anda mendapatkan:
- Update harga BYD Atto 1 terbaru
- Informasi stok NIK berjalan
- Simulasi kredit & promo yang tersedia
📞 Segera hubungi BYD Bali untuk memastikan Anda mendapatkan harga terbaik sebelum adanya penyesuaian akibat kebijakan baru.
Kesimpulan
Apakah Harga BYD Atto 1 Akan Naik tanpa insentif pajak? Berdasarkan kebijakan pemerintah, simulasi NJKB, dan pernyataan tenaga penjual, potensi kenaikan harga sangat terbuka, terutama untuk unit dengan NIK 2026 jika masih berstatus impor. Oleh karena itu, bagi calon konsumen, membeli lebih awal dan berkonsultasi langsung dengan BYD Bali menjadi langkah cerdas untuk mengamankan harga terbaik sebelum perubahan besar terjadi di pasar mobil listrik Indonesia.
